Meski berlebel negara liberal, Amerika Serikat diyakini tidak akan mentolerir tindakan diskriminatif. Karena itu, kampanye pembakaran Alquran akan ditentang Pemerintah AS.
“Kami yakin pemerintah (Amerika Serikat) akan bertindak dan tidak akan menjadikan seleberan kampanye itu sebegai upaya yang dapat dibenarkan,” ungkap Juru Bicara Kemenlu Teuku Faizasyah kepada okezone, Kamis (5/8/2010).
Menurut Faizasyah, meskipun AS memberikan kebebasan berpendapat, namun tindakan-tindakan yang diskriminatif tetap dilarang.
“Sekali pun ada kebebasan berpendapat tindakan yang akan menimbulkan diskriminatif, akan dilarang,” ujarnya.
Ditanya mengenai sikap pemerintah, Faizasyah mengemukakan, perlu dilakukan klarifikasi lagi secara mendalam terkait kebenaran rencana tersebut.
“Saya kira rencana ini perlu diklarifikasi lagi. Saya yakin Pemerintah AS tidak akan tinggal diam,” ungkapnya.
Sebelumnya, kelompok Dove World Outreach Center di Gainesville, Florida, AS, yang dipelopori Terry dan Sylvia Jones, mengkampanyekan pembakaran Alquran untuk memperingati 9 tahun tragedi serangan 11 September. Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah AS.
Selamat Datang, semoga informasi yang disampaikan disini bermanfaat untuk Anda, sebagian sumbernya saya ambil dari site yg menarik menurut saya, sebagian lagi saya tulis sendiri. Saya tidak bertanggung jawab apabila isi dari postingan saya mengakibatkan dampak negatif untuk Anda, apalagi sampai 3L, Lemah, Letih, Lesu, mungkin anda perlu minum jamu kuat terlebih dahulu . Namun Anda jangan beranjak dulu, dijamin Anda akan baik-baik saja setelah mengunjungi blog saya. Terima kasih
Daftar Blog Saya
Kamis, 05 Agustus 2010
Kemenlu Yakin AS Tak Akan Biarkan Alquran Dibakar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar