Daftar Blog Saya

Rabu, 04 Agustus 2010

Kisruh Satgas Presiden Selalu Minta Personel Terbaik

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkali-kali selalu mengingatkan kepada Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri untuk menempatkan orang-orang terbaiknya yang memiliki integritas dan bersih di berbagai bidang tugas dalam penegakan hukum. Tentunya, termasuk pula di Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum.

Namun, jika ada suatu masalah terkait orang-orang yang ditempatkannya itu, Presiden Yudhoyono tidak bisa lagi mengintervensi Polri. Presiden berharap Polri bisa menyelesaikan masalah tersebut sesegera mungkin dan menjelaskannya ke publik. Demikian disampaikan Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha kepada Kompas di sela-sela kunjungan kerja Presiden Yudhoyono di Ternate, Maluku Utara, Rabu (4/8/2010).

"Presiden tentunya sudah mengingatkan hal itu untuk menempatkan orang terbaiknya di mana
Presiden tentunya sudah mengingatkan hal itu untuk menempatkan orang terbaiknya di mana pun, termasuk Satgas Pemberantasan Mafia.
-- Julian Aldrin Pasha

Namun, jika ada suatu masalah terkait orang-orang yang ditempatkannya itu, Presiden Yudhoyono tidak bisa lagi mengintervensi Polri. Presiden berharap Polri bisa menyelesaikan masalah tersebut sesegera mungkin dan menjelaskannya ke publik. Demikian disampaikan Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha kepada Kompas di sela-sela kunjungan kerja Presiden Yudhoyono di Ternate, Maluku Utara, Rabu (4/8/2010).

"Presiden tentunya sudah mengingatkan hal itu untuk menempatkan orang terbaiknya di mana pun, termasuk Satgas Pemberantasan Mafia. Itu kan bagian dari reformasi internal yang harus dijalankan Polri," ujarnya.

Menurut Julian, jika masih muncul masalah terkait orang-orang tersebut, termasuk mundurnya Irjen Herman Effendy dari anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, tentunya Polri yang akan menyelesaikan masalahnya dengan baik.

"Seperti dalam kasus rekening yang dituduhkan kepada jajaran Polri lalu. Polri menyelidiki secara internal, dan hasilnya diumumkan sendiri oleh Polri," tambah Julian.

Julian mengaku belum mengetahui adanya persoalan di Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, terkait Irjen Herman Effendi, karena belum mendapat pengarahan dari Presiden Yudhoyono.

"Soal di Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, saya belum tahu karena belum ada komentar apalagi instruksi dari Presiden selama ini. Pasti jika sudah selesai, Polri akan menyampaikan kepada Presiden," katanya.

Soal perpecahan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum karena adanya solidaritas dan bentuk resistensi anggota Polri yang kini banyak disorot, Julian juga tidak mau berkomentar lagi. "Sebaiknya saya bicara setelah Presiden Yudhoyono mendapatkan kejelasan dan saya mendapat arahan," demikian Julian.

TERKAIT:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar