"Pada awalnya memang kami berencana menggunakan psikiater jika tersangka mengalami kelainan kejiwaan. Namun, dari hasil pemeriksaan hingga hari ini, kami dapat menyimpulkan bahwa tersangka sehat," kata Kapolrestro Jakarta Pusat Kombes Hamidin kepada Warta Kota, Selasa (3/8/2010).
Menurut Hamidin, pencabulan yang dilakukan Ded di angkutan umum itu bukan atas dasar terangsang atas kemolekan tubuh dua mahasiswi tersebut. "Menurut pengakuannya, perbuatan itu dia lakukan karena iseng," katanya.
Sebagaimana diberitakan, Ded As digebuki sejumlah penumpang transjakarta karena melakukan pencabulan terhadap dua mahasiswi, DA (20) dan NN (19), hari Senin (2/8/2010) sekitar pukul 12.00.
Ketika ditanya apakah Ded ditahan, Kapolres mengatakan, karena ancaman hukuman Pasal 281 KUHP (pencabulan) hanya 2 tahun 8 bulan, yang bersangkutan tidak ditahan. Kemarin Ded "menginap" di kantor polisi untuk kepentingan pemeriksaan, bukan karena penahanan.
Kepala BPKP Mardiasmo kepada wartawan mengatakan, Ded As diduga memiliki kondisi kejiwaan yang tidak stabil. Keluarganya akan membawa yang bersangkutan ke psikolog.
"Yang saya dengar memang seperti itu," ujarnya seraya menambahkan bahwa pihaknya akan bertindak tegas jika Ded As terbukti bersalah.
Kurang bus
Sejumlah kalangan menilai, salah satu penyebab terjadinya kasus pelecehan di bus transjakarta adalah ketidakmampuan BLU Transjakarta mengoperasikan bus jalur khusus ini secara maksimal. Akibatnya, sering terjadi desak-desakan antarpenumpang, baik di halte maupun di dalam bus.
Penumpukan penumpang terjadi di sejumlah halte, seperti di Harmoni, Dukuh Atas, dan Senen.
Ketua Komisi B DPRD DKI Selamat Nurdin menyatakan, penambahan sarana transportasi publik di DKI perlu segera dilaksanakan. "Bus transjakarta yang beroperasi perlu ditambah agar tidak terjadi penumpukan penumpang," katanya.
Anggota Komisi B DPRD, Aliman Aat, menambahkan, seharusnya BLU Transjakarta tidak merasa sebagai pihak yang paling tahu.
Sementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sudaryatmo mengatakan bahwa penambahan bus merupakan hal yang paling mendesak untuk mengatasi berulangnya pelecehan seksual di bus dan di halte. (moe/get/tos)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar